Rabu, 08 Januari 2014

Jika aku sebuah bintang...

Diposting oleh Diah Novianti di 05.59 0 komentar
Jika aku sebuah bintang…
Berpendar cahaya dalam kegelapan
Menghiasi langit malam yang kelam

Jika aku sebuah bintang…
Berapa pasang mata yang akan menatapku
Berada jauh di langit sana

Jika aku sebuah bintang…
Akan adakah yang melihatku sebagai bintang paling terang
Yang akan menjaga cahayaku
Juga keberadaanku

Tuhan dan Kita

Diposting oleh Diah Novianti di 05.55 0 komentar
Katanya dunia ini menarik karena ada perbedaan. Benarkah? Bagaimana jika dihubungkan dengan aku dan kamu? Atau kita? bisakah kalimat tadi tetap pada pendiriannya?

Beda. Beda. Beda.

Satu kata tapi terkadang memiliki banyak luka. Satu kata di antara kita yang seolah menjadi dinding pembatas antara bumi dan langit. Jika aku menjadi bumi dan kamu langitnya, bisakah perbedaan menjadi pemersatu kita?

Entahlah.

Aku bingung. Aku ragu.

Jika kita memanggil Tuhan dengan nama yang berbeda, masih bisakah kita bersatu dan memadukan rasa? Atau jika kita memanggil Tuhan dengan nama yang sama, maukah Ia memberikan jalan yang terbaik untuk kita?

Tuhan…

Jika aku dan dia berdoa di tempat yang berbeda, akankah dinding pembatas itu bisa dihapuskan? Akankah aku dan kamu bisa menjadi kita? Maukah Engkau menyatukan dua insan-Mu yang berbeda ini?
Bagaimana dengan keluargaku? Atau keluarganya? Akankah mereka bisa menerima keadaan kita juga keberadaan kita yang selama ini ada?

Tuhan…

Kuatkalah aku. Juga dia. Berikanlah aku jalan-Mu.
Agar aku bisa memilih.
Mendapat kebahagiaan dan semua yang kucari.

J

PHP (Pemberi Harapan Palsu?)

Diposting oleh Diah Novianti di 05.54 0 komentar
Ya jaman sekarang pasti udah pada sering denger kata yang satu ini. PHP. Sebenarnya PHP itu apa sih? Yuk kita bahas ~

Sebenarnya gak akan ada yang pernah ngerti sama kata PHP. Kenapa? PHP itu relatif. Semua di dunia ini juga relatif kecuali kecepatan cahaya (ini di fisika :D). Di sini PHP menyangkut dua pihak dimana siapa suka sama siapa, siapa berharap sama siapa, dan siapa ngasi harapan sama siapa.

Jatuh cinta dalam diam

Diposting oleh Diah Novianti di 05.52 0 komentar


Aku memandang keluar melalui jendela kamarku. Rintik-rintik hujan mulai tampak pada benda berwarna bening itu. Hujan mulai menunjukkan sisi akustiknya. Gerimis-gerimis kecil itu mulai memenuhi jendela kamarku. Aku sangat suka saat-saat seperti ini. Hujan membawa suasana tersendiri saat ia turun. Lamunanku dibuyarkan oleh suara handphone-ku.

Diposting oleh Diah Novianti di 05.49 0 komentar
Haloha, it's so so so so late. But, Happy New Year all! God bless you! ;D ;D

Rabu, 25 Desember 2013

Diposting oleh Diah Novianti di 05.05 0 komentar

Sabtu, 21 Desember 2013

Di antara wanginya dupa dan merdunya adzan

Diposting oleh Diah Novianti di 08.09 0 komentar
"Hay, lama nunggunya ya? Maaf ya, biasa jumat'an agak lama"
"Ah, bukankah aku sudah biasa menunggumu, tenang saja, aku tak akan pernah bosan menunggumu. Sudahlah, kita jadi ke taman?"
"Oh iya! Ya ampun, hampir saja aku lupa. Ayo!"
"Tadi kamu yang mengumandangkan adzan? Merdu sekali. Aku suka."
"Oh ya? Hehe. Terima kasih. Kamu juga cantik kalau sedang berpakaian adat. Ada aura yang tidak bisa aku definisikan."
"Ah kamu terlalu lebay, Mas. Mau duduk di tempat biasa?"
"Tentu."

"Mas, kira-kira sampai kapan ya?"
"Apanya yang sampai kapan, Dik?
"Kita."
"Sudahlah, bukankah kita sudah sering membahas ini? Biarkan saja semuanya mengalir."
"Ya, tapi sampai kapan?"
"Entah dik, sampai Tuhan mempersiapkan hal yang indah pada waktunya nanti."
"Mas, terima kasih ya."
"Untuk apa?"
"Karena kamu sudah mau menerima perbedaanku."
"Kalau begitu aku juga berterima kasih."
"Tapi ibumu...."
"Jangan terlalu khawatir. Beliau hanya belum bisa menerima. Aku anak laki-laki satu-satunya yang dia punya."
"Hhmm."
"Ada apa, Dik?
"Aku khawatir, Mas."
"Tidak. Jangan bicara ini lagi. Aku ingin kita bahagia dulu."
"Tapi Mas...."
"Ada cinta di sini, di antara kita. Apa kamu mau mengorbankannya?"

Aku terdiam. Membiarkan angin membelai wajahku, langit biru yang akan menjawab semuanya, dan terik matahari yang menjadi saksi. Cinta tapi beda.

Rabu, 08 Januari 2014

Jika aku sebuah bintang...

Diposting oleh Diah Novianti di 05.59 0 komentar
Jika aku sebuah bintang…
Berpendar cahaya dalam kegelapan
Menghiasi langit malam yang kelam

Jika aku sebuah bintang…
Berapa pasang mata yang akan menatapku
Berada jauh di langit sana

Jika aku sebuah bintang…
Akan adakah yang melihatku sebagai bintang paling terang
Yang akan menjaga cahayaku
Juga keberadaanku

Tuhan dan Kita

Diposting oleh Diah Novianti di 05.55 0 komentar
Katanya dunia ini menarik karena ada perbedaan. Benarkah? Bagaimana jika dihubungkan dengan aku dan kamu? Atau kita? bisakah kalimat tadi tetap pada pendiriannya?

Beda. Beda. Beda.

Satu kata tapi terkadang memiliki banyak luka. Satu kata di antara kita yang seolah menjadi dinding pembatas antara bumi dan langit. Jika aku menjadi bumi dan kamu langitnya, bisakah perbedaan menjadi pemersatu kita?

Entahlah.

Aku bingung. Aku ragu.

Jika kita memanggil Tuhan dengan nama yang berbeda, masih bisakah kita bersatu dan memadukan rasa? Atau jika kita memanggil Tuhan dengan nama yang sama, maukah Ia memberikan jalan yang terbaik untuk kita?

Tuhan…

Jika aku dan dia berdoa di tempat yang berbeda, akankah dinding pembatas itu bisa dihapuskan? Akankah aku dan kamu bisa menjadi kita? Maukah Engkau menyatukan dua insan-Mu yang berbeda ini?
Bagaimana dengan keluargaku? Atau keluarganya? Akankah mereka bisa menerima keadaan kita juga keberadaan kita yang selama ini ada?

Tuhan…

Kuatkalah aku. Juga dia. Berikanlah aku jalan-Mu.
Agar aku bisa memilih.
Mendapat kebahagiaan dan semua yang kucari.

J

PHP (Pemberi Harapan Palsu?)

Diposting oleh Diah Novianti di 05.54 0 komentar
Ya jaman sekarang pasti udah pada sering denger kata yang satu ini. PHP. Sebenarnya PHP itu apa sih? Yuk kita bahas ~

Sebenarnya gak akan ada yang pernah ngerti sama kata PHP. Kenapa? PHP itu relatif. Semua di dunia ini juga relatif kecuali kecepatan cahaya (ini di fisika :D). Di sini PHP menyangkut dua pihak dimana siapa suka sama siapa, siapa berharap sama siapa, dan siapa ngasi harapan sama siapa.

Jatuh cinta dalam diam

Diposting oleh Diah Novianti di 05.52 0 komentar


Aku memandang keluar melalui jendela kamarku. Rintik-rintik hujan mulai tampak pada benda berwarna bening itu. Hujan mulai menunjukkan sisi akustiknya. Gerimis-gerimis kecil itu mulai memenuhi jendela kamarku. Aku sangat suka saat-saat seperti ini. Hujan membawa suasana tersendiri saat ia turun. Lamunanku dibuyarkan oleh suara handphone-ku.

Diposting oleh Diah Novianti di 05.49 0 komentar
Haloha, it's so so so so late. But, Happy New Year all! God bless you! ;D ;D

Rabu, 25 Desember 2013

Diposting oleh Diah Novianti di 05.05 0 komentar

Sabtu, 21 Desember 2013

Di antara wanginya dupa dan merdunya adzan

Diposting oleh Diah Novianti di 08.09 0 komentar
"Hay, lama nunggunya ya? Maaf ya, biasa jumat'an agak lama"
"Ah, bukankah aku sudah biasa menunggumu, tenang saja, aku tak akan pernah bosan menunggumu. Sudahlah, kita jadi ke taman?"
"Oh iya! Ya ampun, hampir saja aku lupa. Ayo!"
"Tadi kamu yang mengumandangkan adzan? Merdu sekali. Aku suka."
"Oh ya? Hehe. Terima kasih. Kamu juga cantik kalau sedang berpakaian adat. Ada aura yang tidak bisa aku definisikan."
"Ah kamu terlalu lebay, Mas. Mau duduk di tempat biasa?"
"Tentu."

"Mas, kira-kira sampai kapan ya?"
"Apanya yang sampai kapan, Dik?
"Kita."
"Sudahlah, bukankah kita sudah sering membahas ini? Biarkan saja semuanya mengalir."
"Ya, tapi sampai kapan?"
"Entah dik, sampai Tuhan mempersiapkan hal yang indah pada waktunya nanti."
"Mas, terima kasih ya."
"Untuk apa?"
"Karena kamu sudah mau menerima perbedaanku."
"Kalau begitu aku juga berterima kasih."
"Tapi ibumu...."
"Jangan terlalu khawatir. Beliau hanya belum bisa menerima. Aku anak laki-laki satu-satunya yang dia punya."
"Hhmm."
"Ada apa, Dik?
"Aku khawatir, Mas."
"Tidak. Jangan bicara ini lagi. Aku ingin kita bahagia dulu."
"Tapi Mas...."
"Ada cinta di sini, di antara kita. Apa kamu mau mengorbankannya?"

Aku terdiam. Membiarkan angin membelai wajahku, langit biru yang akan menjawab semuanya, dan terik matahari yang menjadi saksi. Cinta tapi beda.
 

Diahhh's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos